Auto refresh 30 detik

Keamanan

1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla, Sejumlah Bandara di Kalimantan Ikut Terganggu

Senin, 12 Oktober 2026 14:41
Administrator
870 views
Gambar 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla, Sejumlah Bandara di Kalimantan Ikut Terganggu - penerbangan terdampak karhutl...
Gambar 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla, Sejumlah Bandara di Kalimantan Ikut Terganggu - penerbangan terdampak karhutl...

TEROPONGKALIMANTAN.COM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengancam lingkungan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap transportasi udara. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sebanyak 1.673 penerbangan terdampak kabut asap karhutla selama periode 11 Agustus hingga 9 Oktober 2026.

Gangguan tersebut meliputi keterlambatan penerbangan, pembatalan atau penundaan, pengalihan ke bandara lain, hingga pesawat yang kembali ke bandara keberangkatan akibat kondisi operasional yang tidak memungkinkan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan awak pesawat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional penerbangan.

Menurut Lukman, asap karhutla dapat menurunkan jarak pandang di sejumlah bandar udara. Apabila jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional, penerbangan dapat ditunda, dibatalkan, dialihkan, atau dikembalikan ke bandara asal.

“Keselamatan menjadi pertimbangan utama. Kami tidak akan berkompromi terhadap keselamatan,” demikian penegasan Lukman dalam keterangannya, Senin (12/10/2026).

1.673 Penerbangan Mengalami Gangguan

Data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menunjukkan, dari total 1.673 penerbangan terdampak, sebanyak 745 mengalami keterlambatan atau delay, 907 masuk kategori dibatalkan atau ditunda, 15 dialihkan ke bandara lain, dan enam kembali ke bandara keberangkatan.

Gangguan tersebut menunjukkan besarnya dampak kabut asap terhadap operasional penerbangan. Selain memengaruhi jadwal perjalanan, kondisi ini juga berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta aktivitas ekonomi yang bergantung pada transportasi udara.

Meski demikian, angka penerbangan terdampak belum dapat dijadikan dasar untuk menghitung keseluruhan kerugian ekonomi. Diperlukan data tambahan mengenai jumlah penumpang, biaya operasional maskapai, serta dampak terhadap kegiatan usaha dan distribusi logistik.

Sejumlah Bandara di Kalimantan Terdampak

Kalimantan menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam penanganan dampak karhutla terhadap penerbangan.

Sejumlah bandar udara yang dilaporkan mengalami gangguan akibat kabut asap antara lain Bandara Supadio Pontianak, Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Bandara H. Asan Sampit, Bandara Rahadi Oesman Ketapang, dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

Selain di Kalimantan, gangguan juga dilaporkan terjadi di sejumlah bandar udara di Sumatera dan Papua.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa dampak kebakaran di darat dapat meluas hingga sektor transportasi udara. Karena itu, penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika titik api telah membesar, tetapi perlu didukung sistem deteksi dini, patroli wilayah rawan, serta pemadaman yang cepat dan terkoordinasi.

Bagi Kalimantan, yang memiliki wilayah luas dengan sejumlah daerah bergantung pada konektivitas udara, gangguan penerbangan dapat menimbulkan persoalan tersendiri bagi mobilitas masyarakat dan akses terhadap layanan penting.

Pencegahan Karhutla Perlu Diperkuat

Berulangnya dampak kabut asap terhadap aktivitas masyarakat menegaskan pentingnya evaluasi terhadap upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait perlu memperkuat koordinasi dalam mengantisipasi kebakaran, terutama di kawasan yang berpotensi menghasilkan asap hingga mengganggu bandar udara.

Langkah yang dapat diperkuat meliputi pemantauan titik panas, pemeriksaan lapangan terhadap indikasi kebakaran, kesiapan personel dan peralatan pemadaman, serta penegakan hukum berdasarkan hasil penyelidikan dan bukti yang sah.

Selain itu, informasi mengenai perkembangan karhutla dan potensi gangguan penerbangan perlu disampaikan secara cepat agar masyarakat dapat menyesuaikan rencana perjalanan.

Evaluasi juga perlu didukung data yang terbuka mengenai luas lahan terbakar, penyebab kebakaran, kecepatan penanganan, serta hasil penegakan hukum. Dengan demikian, efektivitas kebijakan pencegahan dapat diukur secara lebih objektif.

Hak Penumpang Tetap Harus Dilindungi

Sejumlah penerbangan terdampak karhutla bandara kalimantan terganggu, penumpang juga menghadapi ketidakpastian jadwal, perubahan rencana perjalanan, dan kemungkinan munculnya biaya tambahan.

Maskapai perlu menyampaikan informasi secara jelas mengenai perubahan jadwal, pembatalan, pengalihan penerbangan, serta pilihan penanganan yang tersedia bagi penumpang.

Kemenhub dan otoritas terkait juga perlu memastikan bahwa pelayanan kepada penumpang dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Penanganan hak penumpang harus mempertimbangkan penyebab gangguan dan aturan yang relevan, termasuk ketentuan mengenai penjadwalan ulang atau pengembalian biaya tiket.

Penumpang disarankan menyimpan tiket, bukti pembayaran, serta pemberitahuan resmi dari maskapai apabila hendak mengajukan pengaduan atau meminta penyelesaian atas gangguan perjalanan.

Karhutla Bukan Sekadar Persoalan Lingkungan

Dampak terhadap 1.673 penerbangan terdampak karhutla bandara kalimantan terganggu memperlihatkan bahwa karhutla memiliki konsekuensi lintas sektor. Selain mengancam ekosistem dan kesehatan, kabut asap juga dapat mengganggu keselamatan operasional penerbangan, mobilitas masyarakat, dan aktivitas ekonomi.

Keselamatan penerbangan harus tetap menjadi prioritas. Namun, upaya perlindungan masyarakat juga membutuhkan pencegahan kebakaran yang konsisten dan terukur.

Bagi Kalimantan, persoalan ini menjadi pengingat bahwa penanggulangan karhutla harus dilakukan secara serius sejak tahap pencegahan, bukan hanya ketika asap telah mengganggu aktivitas bandar udara.

Publik membutuhkan langkah nyata, koordinasi yang kuat, dan evaluasi berbasis data agar dampak serupa dapat ditekan pada masa mendatang.

TeropongKalimantan.com — mengabarkan fakta, menyoroti persoalan, dan mengawal kepentingan publik.