Auto refresh 30 detik

Ekonomi

Harga LPG 3 Kg di Kobar Tembus Rp45 Ribu, Warga Terpaksa Pangkas Belanja Dapur

28 Jul 2026, 15:09
Editor Utama
115 views
Gambar Harga LPG 3 Kg di Kobar Tembus Rp45 Ribu, Warga Terpaksa Pangkas Belanja Dapur - harga lpg kobar tembus rp45
Gambar Harga LPG 3 Kg di Kobar Tembus Rp45 Ribu, Warga Terpaksa Pangkas Belanja Dapur - harga lpg kobar tembus rp45

PANGKALAN BUN – Harga LPG subsidi 3 kilogram di tingkat pengecer di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, terus mengalami kenaikan hingga mencapai Rp45 ribu per tabung. Kondisi tersebut membuat banyak keluarga harus mengurangi pengeluaran rumah tangga demi memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari.

Harga LPG 3 Kg di Kobar Tembus Rp45 Ribu. Di sejumlah wilayah Pangkalan Bun, warga mengaku kesulitan memperoleh LPG subsidi di pangkalan resmi karena keterbatasan stok sehingga terpaksa membeli di pengecer dengan harga hampir dua kali lipat dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sera, warga Jalan Ahmad Yani, mengatakan dirinya tidak memiliki pilihan selain membeli gas di pengecer meski harganya jauh lebih mahal.

"Kalau di eceran bisa sampai Rp45 ribu. Mau tidak mau kami beli karena gas merupakan kebutuhan sehari-hari untuk memasak. Harapannya stok di pangkalan selalu tersedia sehingga kami bisa membeli dengan harga yang lebih murah," ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Nita. Menurutnya, kenaikan harga LPG Kobar tembus rp45 ribu memaksa keluarganya memangkas anggaran belanja kebutuhan pokok lainnya.

"Biasanya beli telur satu tabak, sekarang hanya mampu beli eceran beberapa butir," katanya.

Operasi Pasar Dinilai Sangat Membantu

Di tengah tingginya harga LPG di tingkat pengecer, masyarakat mengaku terbantu dengan penjualan elpiji subsidi melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM).

Melalui kegiatan tersebut, warga dapat membeli LPG 3 kilogram dengan harga Rp22 ribu, sesuai harga di pangkalan resmi.

Warga berharap kegiatan operasi pasar dapat dilakukan lebih rutin agar masyarakat tidak lagi bergantung pada pengecer dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Disperindagkop: Rantai Distribusi Masih Menjadi Persoalan

Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kotawaringin Barat, Moh Suhendra, menjelaskan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG subsidi 3 kilogram tetap Rp22 ribu di pangkalan resmi.

Namun menurutnya, harga menjadi jauh lebih mahal setelah melalui rantai distribusi yang panjang hingga ke pengecer dan warung.

"Kalau HET-nya itu Rp22 ribu sesuai harga yang berlaku di pangkalan resmi. Namun pangkalan resmi ini diambil lagi oleh agen, pengecer hingga warung-warung. Akhirnya harga jadi melambung. Inilah yang menjadi PR kami," ujarnya.

Masyarakat berharap pemerintah bersama Pertamina dapat memastikan distribusi LPG subsidi berjalan lancar sehingga stok di pangkalan resmi tetap tersedia dan harga di tingkat konsumen dapat kembali sesuai ketentuan.

 

Keyword 

  • Harga LPG 3 Kg Kobar
  • LPG 3 Kg Kotawaringin Barat
  • LPG subsidi
  • Harga gas melon
  • Elpiji 3 kilogram
  • Pangkalan Bun
  • Kotawaringin Barat
  • Kalimantan Tengah
  • Gas melon Rp45 ribu
  • Operasi pasar LPG
  • Gerakan Pangan Murah
  • Disperindagkop Kobar
  • harga lpg kobar tembus rp45