Auto refresh 30 detik

Daerah

Trans-Kalimantan Sudah Diperintah Prabowo, Tapi Kapan Rel Mulai Dibangun?

Selasa, 06 Oktober 2026 16:44
Administrator
1,279 views
Gambar Trans-Kalimantan Sudah Diperintah Prabowo, Tapi Kapan Rel Mulai Dibangun? - transkalimantan kapan mulai dibangun dan
Gambar Trans-Kalimantan Sudah Diperintah Prabowo, Tapi Kapan Rel Mulai Dibangun? - transkalimantan kapan mulai dibangun dan

Trans-Kalimantan Kapan Mulai Dibangun dan Beroperasi?

Wacana membangun jaringan kereta api yang menghubungkan berbagai wilayah di Pulau Kalimantan kembali mendapat dorongan politik pada 2026. Presiden Prabowo Subianto telah meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Kementerian Perhubungan menggarap pembangunan jalur kereta Trans-Sumatra dan kemudian Trans-Kalimantan. Bahkan Presiden menyampaikan harapan agar pembangunan dapat dimulai secara bersamaan apabila memungkinkan.

Namun, antara perintah untuk membangun dan kereta benar-benar berjalan masih terdapat jalan panjang.

Hingga Oktober 2026, pemerintah belum menetapkan tanggal resmi kapan kereta Trans-Kalimantan mulai beroperasi. Proyek tersebut masih berada pada tahap perencanaan, penyusunan roadmap, kajian trase dan penjajakan pembiayaan.

Kondisi ini penting disampaikan secara terbuka agar masyarakat tidak menganggap pernyataan mengenai pembangunan Trans-Kalimantan sebagai tanda bahwa pembangunan fisik sudah segera dimulai.

TransKalimantan Kapan Mulai Dibangun dan Beroperasi?  Pemerintah sudah memberi arah kebijakan, tetapi jadwal konstruksi dan operasi belum ditetapkan secara resmi.

Roadmap Sudah Ada, Investor Masih Dijajaki

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pada Agustus 2026 menyatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan KAI yang sudah menyiapkan roadmap. Pemerintah juga menjajaki investasi domestik maupun asing, termasuk dari China dan Rusia, untuk pembangunan Trans-Sumatra dan Trans-Kalimantan.

Namun, pemerintah belum memastikan proyek mana yang akan berjalan lebih dahulu maupun kapan konstruksi Trans-Kalimantan dimulai. Salah satu faktornya adalah proses penilaian dan kesiapan investasi.

Artinya, persoalan Trans-Kalimantan bukan lagi sebatas apakah pemerintah mempunyai gagasan membangun kereta di Kalimantan. Pertanyaan yang lebih penting sekarang adalah koridor mana yang akan menjadi prioritas pertama, siapa yang membiayai, berapa nilai investasinya, dan kapan konstruksi benar-benar dimulai.

Sebelumnya pemerintah juga menyebut target pengembangan jaringan kereta di Kalimantan mencapai sekitar 2.772 kilometer. Tetapi angka tersebut masih berada dalam kerangka perhitungan dan perencanaan, sehingga tidak dapat langsung diartikan sebagai 2.772 kilometer rel yang akan segera dibangun.

Anggaran 2027 Mulai Memberi Sinyal

Perkembangan lain datang dari penyusunan anggaran Kementerian Perhubungan 2027.

Menhub menyebut pengembangan jaringan perkeretaapian menjadi salah satu fokus anggaran 2027. Pagu Kemenhub ditetapkan sekitar Rp32,93 triliun, setelah mendapat tambahan sekitar Rp4 triliun dari pagu awal.

Tetapi masyarakat Kalimantan perlu mencermati satu hal.

Masuknya pengembangan jaringan perkeretaapian dalam fokus anggaran tidak otomatis berarti pembangunan seluruh Trans-Kalimantan sudah memperoleh anggaran konstruksi.

Pemerintah masih memiliki kebutuhan besar untuk pemeliharaan prasarana, keselamatan perlintasan dan pelayanan perkeretaapian yang sudah berjalan. Bahkan DJKA mendapat tambahan anggaran Rp3,5 triliun pada 2027 untuk sejumlah kebutuhan konektivitas, termasuk pembayaran backlog perawatan prasarana dan penanganan perlintasan sebidang.

Karena itu, publik membutuhkan kejelasan lebih detail mengenai berapa anggaran yang benar-benar diarahkan untuk pembangunan jalur baru di Kalimantan.

Kereta Trans-Kalimantan Jangan Berhenti di Atas Kertas

Bagi Kalimantan, pembangunan jaringan kereta memiliki arti strategis.

Pulau ini memiliki wilayah yang sangat luas, pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang tersebar, kawasan industri, pelabuhan, perkebunan, pertambangan, kawasan transmigrasi hingga Ibu Kota Nusantara.

Kereta api dapat menjadi alternatif transportasi penumpang sekaligus logistik apabila jaringan dibangun berdasarkan kebutuhan ekonomi dan konektivitas antardaerah.

Namun, justru karena nilai strategisnya besar, pemerintah perlu membuka peta jalan yang lebih jelas.

Masyarakat perlu mengetahui trase prioritas pertama, titik awal dan akhir pembangunan, jadwal studi kelayakan, skema pendanaan, kebutuhan lahan, target konstruksi serta indikator kapan sebuah koridor dapat mulai beroperasi.

Jangan sampai istilah Trans-Kalimantan terus muncul dalam pidato dan dokumen perencanaan, tetapi masyarakat belum mengetahui kapan alat berat mulai bekerja di lapangan.

TransKalimantan Kapan Mulai Dibangun dan Beroperasi? Kereta Trans-Kalimantan tidak cukup hanya memiliki roadmap. Kalimantan membutuhkan kepastian trase, pembiayaan, konstruksi dan target operasi yang terukur.

Dari IKN hingga Pusat Ekonomi Kalimantan

Konektivitas menuju IKN juga menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pembahasan jaringan kereta Kalimantan.

Tetapi membangun kereta menuju IKN saja tidak cukup untuk disebut sebagai konektivitas Trans-Kalimantan.

Konsep Trans-Kalimantan idealnya harus mampu menghubungkan pusat-pusat ekonomi dan masyarakat di berbagai wilayah, sekaligus menciptakan jaringan logistik yang efisien.

Karena itu, desain jaringan harus mempertimbangkan hubungan dengan pelabuhan, kawasan industri, pusat produksi pangan, perkebunan, kawasan pertambangan, kota-kota utama dan pusat pertumbuhan baru.

Di sinilah kajian pemerintah menjadi sangat menentukan.

Jika salah menentukan trase, kereta berisiko menjadi proyek mahal dengan tingkat pemanfaatan rendah. Sebaliknya, jika dibangun berdasarkan peta arus manusia dan barang yang nyata, kereta dapat menjadi tulang punggung konektivitas baru Kalimantan.

Kapan Masyarakat Bisa Naik Kereta?

Pertanyaan paling sederhana masyarakat sebenarnya bukan berapa kilometer rel yang akan dibangun.

Pertanyaannya adalah: kapan masyarakat Kalimantan bisa membeli tiket dan naik kereta dari satu wilayah ke wilayah lainnya?

Sampai sekarang, belum ada tanggal operasi resmi yang dapat dijadikan patokan.

Dengan posisi proyek yang masih meliputi penyusunan roadmap, kajian, pencarian investor dan penentuan proyek prioritas, terlalu dini untuk menetapkan tahun tertentu sebagai tahun operasi.

Pemerintah masih harus melewati tahapan studi kelayakan, desain teknis, penetapan trase, pembiayaan, pengadaan atau pembebasan lahan, konstruksi, pengujian hingga sertifikasi sebelum kereta bisa benar-benar melayani masyarakat.

Maka, ukuran kemajuan Trans-Kalimantan seharusnya tidak lagi hanya berupa pernyataan bahwa proyek akan dibangun.

Publik perlu melihat dokumen, trase, anggaran, kontrak, pembangunan fisik dan target waktu yang dapat diverifikasi.

Presiden sudah memberikan instruksi. KAI disebut telah menyiapkan roadmap. Investor juga mulai dijajaki.

Kini pertanyaannya tinggal satu: kapan roadmap itu berubah menjadi rel yang benar-benar dibangun di tanah Kalimantan?

Bagi masyarakat Kalimantan, kereta Trans-Kalimantan bukan sekadar proyek transportasi. Jika benar-benar terwujud, proyek ini bisa menjadi salah satu infrastruktur yang menentukan wajah ekonomi Kalimantan dalam beberapa dekade ke depan.

Karena itu, yang dibutuhkan bukan sekadar janji bahwa kereta akan datang, melainkan kepastian kapan pembangunan dimulai dan kapan kereta benar-benar beroperasi.