Auto refresh 30 detik

Lingkungan Hidup

Karhutla Kalimantan Belum Ganggu Penerbangan, Otban VII Siaga

Senin, 10 Agustus 2026 11:29
Editor Utama
528 views
Gambar Karhutla Kalimantan Belum Ganggu Penerbangan, Otban VII Siaga - karhutla kalimantan belum ganggu penerbangan
Gambar Karhutla Kalimantan Belum Ganggu Penerbangan, Otban VII Siaga - karhutla kalimantan belum ganggu penerbangan

Karhutla Masif di Kalimantan, Otban VII Pastikan Penerbangan Masih Normal

BALIKPAPAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dilaporkan terjadi secara masif di sejumlah wilayah Kalimantan belum mengganggu operasional penerbangan di wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII Balikpapan memastikan hingga saat ini belum ada bandara di wilayah kerjanya yang terdampak langsung oleh asap karhutla. Meski demikian, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian serius karena perubahan arah angin dan peningkatan intensitas asap dapat secara cepat memengaruhi keselamatan penerbangan.

Karhutla Kalimantan hingga kini belum mengganggu operasional penerbangan, namun Otban VII Balikpapan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kabut asap yang dapat menurunkan jarak pandang.

Kepala Otban Wilayah VII Balikpapan, Ferdinan Nurdin, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan karhutla, terutama di Kalimantan Tengah yang dilaporkan mengalami kebakaran cukup masif.

β€œKami di Otban Wilayah VII memang memperhatikan terkait perkembangan adanya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di Kalteng yang cukup masif. Asapnya memang dikhawatirkan akan berdampak terhadap penerbangan,” ujar Ferdinan.

Wilayah kerja Otban VII meliputi Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Namun, berdasarkan pemantauan sementara, Ferdinan memastikan belum ada laporan bandara di tiga provinsi tersebut yang mengalami gangguan operasional akibat kabut asap.

β€œTapi sampai saat ini di wilker kami, Kalteng, Kaltim, dan Kaltara, belum ada bandara yang terdampak asap dari kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.

Otban VII Siapkan Antisipasi Asap Karhutla

Meski operasional penerbangan masih berjalan normal, Otban VII tidak menunggu hingga gangguan terjadi. Surat edaran telah disampaikan kepada pengelola bandara di seluruh wilayah kerja untuk menyiapkan langkah mitigasi apabila asap karhutla mulai mengancam aktivitas penerbangan.

Antisipasi juga melibatkan penyelenggara navigasi penerbangan serta maskapai.

Pengelola bandara diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap perubahan kondisi jarak pandang, sementara maskapai diharapkan menyiapkan langkah operasional apabila kondisi cuaca dan asap mulai memengaruhi keselamatan penerbangan.

β€œTerakhir, kepada maskapai untuk mengambil langkah jika ada asap akibat karhutla karena efeknya kepada operasional penerbangan dan masyarakat,” katanya.

Hingga saat ini, belum ada laporan penundaan penerbangan yang secara khusus disebabkan oleh dampak asap karhutla.

β€œSejauh ini sampai saat ini tidak ada laporan adanya delay akibat terdampak asap karhutla. Penerbangan secara umum masih berjalan normal,” ujar Ferdinan.

Sampit dan Palangkaraya Masuk Radar Perhatian

Meski belum mengalami gangguan langsung, sejumlah bandara di Kalimantan Tengah menjadi titik perhatian, terutama Bandara H. Asan Sampit di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Bandara Tjilik Riwut di Palangkaraya.

Dua wilayah tersebut dinilai perlu dipantau secara lebih intensif karena perkembangan karhutla di sekitarnya berpotensi memengaruhi jarak pandang penerbangan.

β€œBandara di Kalteng, seperti Sampit dan Palangkaraya, memang jadi perhatian kalau melihat situasi yang saat ini berkembang,” kata Ferdinan.

Ancaman terbesar dari kabut asap terhadap penerbangan adalah penurunan jarak pandang. Kondisi ini sangat penting dalam fase lepas landas dan pendaratan, ketika keselamatan penerbangan membutuhkan parameter cuaca dan visibilitas yang memenuhi standar operasional.

Penerbangan dengan sistem instrumen memang dapat mengandalkan peralatan navigasi dan prosedur tertentu. Namun, kemampuan teknologi tersebut bukan berarti operasional dapat berjalan tanpa batas dalam kondisi asap yang semakin pekat.

Dengan kata lain, status β€œnormal” saat ini bukan jaminan bahwa situasi akan tetap aman apabila karhutla terus meluas.

Sepinggan Balikpapan Masih Beroperasi Normal

General Manager Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, R. Iwan Winaya Mahdar, mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dan memantau perkembangan kondisi di sejumlah bandara lain, termasuk Palangkaraya dan Pontianak.

Menurutnya, hingga saat ini operasional penerbangan di Bandara SAMS Sepinggan belum terdampak kabut asap.

karhutla kalimantan belum ganggu penerbangan β€œDi kami, penerbangan langsung dari Pontianak pukul 13.30 terjadwal Batik Air, saat ini masih lancar,” jelas Iwan.

Ia mengakui kondisi jarak pandang di Pontianak sempat mengalami keterbatasan pada pagi hari. Namun, penerbangan antara Balikpapan dan Pontianak masih berjalan lancar.

karhutla kalimantan belum ganggu penerbangan β€œKami berharap peristiwa karhutla tidak berpengaruh terhadap operasional penerbangan di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Terkait potensi keterlambatan penerbangan, Iwan menegaskan bahwa delay tidak selalu disebabkan kondisi cuaca atau asap. Faktor teknis dan operasional maskapai, termasuk rotasi pesawat, juga dapat memengaruhi jadwal penerbangan.

Untuk sementara, tingkat On Time Performance (OTP) di Bandara SAMS Sepinggan masih tergolong baik dengan tingkat keterlambatan yang relatif rendah.

Kajian Kritis Redaksi: Normal Hari Ini, Bukan Berarti Aman Besok

Pernyataan Otban VII bahwa penerbangan masih berjalan normal tentu menjadi kabar positif bagi masyarakat. Namun, redaksi menilai kata β€œnormal” harus dibaca secara hati-hati.

Karhutla merupakan ancaman yang sangat dinamis.

Asap tidak mengenal batas administratif. Kebakaran dapat terjadi di satu wilayah, sementara dampaknya bergeser puluhan hingga ratusan kilometer mengikuti arah dan kekuatan angin. Situasi yang masih aman pada pagi hari dapat berubah pada siang atau malam hari.

Karena itu, ancaman terhadap penerbangan tidak boleh diukur hanya berdasarkan jumlah penerbangan yang telah dibatalkan.

Pertanyaan yang lebih penting adalah: seberapa siap sistem penerbangan menghadapi perubahan kondisi jika asap meningkat secara tiba-tiba?

Kalimantan dan Memori Kelam Kabut Asap

Bagi masyarakat Kalimantan, kabut asap bukan fenomena baru.

Karhutla berulang kali menjadi persoalan tahunan yang dampaknya tidak hanya menyerang lingkungan dan kesehatan, tetapi juga mengganggu konektivitas transportasi.

Bandara memiliki posisi yang sangat strategis di Kalimantan. Dengan kondisi geografis yang luas dan sejumlah kawasan yang masih menghadapi keterbatasan akses jalan, transportasi udara menjadi urat nadi mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi.

Apabila asap mulai mengganggu penerbangan, dampaknya dapat merembet ke banyak sektor:

  • mobilitas masyarakat;
  • distribusi logistik;
  • perjalanan bisnis;
  • layanan pemerintahan;
  • akses medis darurat;
  • aktivitas ekonomi antardaerah.

Artinya, gangguan penerbangan akibat karhutla bukan sekadar persoalan penundaan pesawat.

Ia dapat berkembang menjadi masalah konektivitas regional.

Jangan Menunggu Asap Menutup Landasan

Langkah Otban VII menerbitkan surat edaran dan meminta kesiapsiagaan pengelola bandara, navigasi penerbangan, serta maskapai merupakan langkah preventif yang penting.

Namun, mitigasi seharusnya tidak berhenti pada surat edaran.

Karhutla adalah persoalan yang membutuhkan sistem peringatan dini dan koordinasi yang bekerja secara nyata. Informasi mengenai titik panas, arah angin, kualitas udara, jarak pandang, serta perkembangan kebakaran harus dapat diterjemahkan menjadi langkah operasional yang cepat.

Sebab dalam penerbangan, keputusan yang terlambat dapat memiliki konsekuensi besar.

Catatan Redaksi

Karhutla dan penerbangan adalah dua persoalan yang tidak boleh ditangani secara terpisah. Ketika api membesar di daratan, dampaknya dapat menjalar ke udara dan mengancam konektivitas masyarakat.

Untuk saat ini, penerbangan di wilayah kerja Otban VII memang masih berjalan normal. Namun, situasi tersebut harus dipahami sebagai kondisi sementara yang membutuhkan pengawasan ketat, bukan alasan untuk menurunkan kewaspadaan.

Bandara H. Asan Sampit dan Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya yang telah masuk perhatian khusus menjadi pengingat bahwa ancaman asap sudah berada dalam radar otoritas penerbangan.

Tantangan sesungguhnya adalah memastikan langkah mitigasi bekerja sebelum kabut asap mencapai titik yang mengganggu keselamatan.

Sebab ketika pesawat telah terpaksa membatalkan pendaratan, jadwal penerbangan mulai terganggu, dan konektivitas masyarakat terputus, pertanyaan publik bukan lagi apakah otoritas telah memantau karhutla.

#KarhutlaKalimantan #Karhutla2026 #KabutAsap #PenerbanganKalimantan #OtbanVII #Balikpapan #KalimantanTengah #KalimantanTimur #KalimantanUtara #Sampit #Palangkaraya #BandaraKalimantan #KebakaranHutan #KebakaranLahan #TeropongKalimantan