Auto refresh 30 detik

Lingkungan Hidup

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, Warga Terancam Kabut Asap

Senin, 31 Agustus 2026 15:23
Penulis
519 views
Gambar Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, Warga Terancam Kabut Asap - karhutla kalimantan makin mengkhawatirkan warga
Gambar Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, Warga Terancam Kabut Asap - karhutla kalimantan makin mengkhawatirkan warga

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, Perlindungan Warga dari Kabut Asap Harus Jadi Prioritas

TEROPONGKALIMANTAN.COM, KALIMANTAN – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api. Di tengah memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah, perlindungan masyarakat dari paparan kabut asap harus menjadi bagian utama dalam penanganan karhutla.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius sepanjang Agustus 2026. Sejumlah wilayah di Kalimantan mengalami penurunan kualitas udara akibat asap karhutla, bahkan mencapai kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, misalnya, kualitas udara sempat masuk kategori berbahaya. Berdasarkan data yang dihimpun dari pemantauan kualitas udara, konsentrasi PM2.5 pada beberapa waktu mencapai tingkat yang sangat tinggi. Pada 21 Agustus, PM2.5 di Palangka Raya tercatat mencapai 290,2 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori sangat tidak sehat.

Kondisi tersebut kembali memburuk pada penghujung Agustus. Pada 31 Agustus 2026, konsentrasi PM2.5 di Palangka Raya bahkan dilaporkan sempat mencapai 1.068,9 mikrogram per meter kubik, jauh di atas kondisi udara yang aman bagi masyarakat. Penurunan jarak pandang juga terjadi di sejumlah wilayah.

Asap Karhutla Bukan Sekadar Gangguan Pandangan

Karhutla kalimantan makin mengkhawatirkan warga karena Kabut asap akibat karhutla bukan hanya membuat jarak pandang menurun. Paparan partikulat halus seperti PM2.5 dapat menjadi persoalan serius bagi kesehatan masyarakat.

Karena ukurannya sangat kecil, PM2.5 dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Kondisi udara yang buruk juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat, transportasi, pendidikan hingga kegiatan ekonomi.

Pemerintah Kota Palangka Raya sebelumnya menyebut dampak karhutla tidak hanya berupa kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, menurunkan jarak pandang dan menghambat berbagai aktivitas.

Hal ini menunjukkan bahwa ketika kualitas udara memasuki kategori tidak sehat, sangat tidak sehat atau berbahaya, langkah perlindungan masyarakat harus berjalan bersamaan dengan operasi pemadaman.

Perlindungan Warga Harus Diperkuat

Penanganan karhutla selama ini banyak mendapat perhatian dari sisi pemadaman, baik melalui operasi darat maupun udara. Pemerintah juga terus memperkuat penanganan di wilayah prioritas Kalimantan dan Sumatera.

Namun, masyarakat yang berada di wilayah terdampak asap juga membutuhkan perlindungan langsung.

Pemerintah daerah perlu memastikan informasi kualitas udara dapat diterima masyarakat secara cepat dan mudah dipahami. Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat harus mendapatkan informasi mengenai aktivitas yang perlu dibatasi, penggunaan masker yang tepat, perlindungan kelompok rentan serta langkah yang harus dilakukan ketika mengalami gangguan kesehatan.

Fasilitas kesehatan juga perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan meningkatnya keluhan akibat paparan asap. Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan telah menyiapkan ratusan tenaga kesehatan untuk memperkuat respons terhadap dampak kesehatan akibat karhutla.

Sekolah dan Kelompok Rentan Perlu Mendapat Perhatian

Karhutla kalimantan makin mengkhawatirkan warga, Anak-anak dan lansia dengan kondisi kesehatan tertentu menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih ketika kabut asap semakin pekat.

Kebijakan pembelajaran dari rumah atau penyesuaian aktivitas luar ruangan dapat menjadi salah satu langkah perlindungan ketika kualitas udara berada pada level ekstrem.

Di Palangka Raya, kondisi udara yang memburuk bahkan telah berdampak pada aktivitas masyarakat. Pada akhir Agustus, kabut asap juga dilaporkan menyebabkan gangguan terhadap aktivitas penerbangan akibat jarak pandang yang menurun.

Situasi tersebut menjadi pengingat bahwa dampak karhutla dapat meluas jauh melampaui lokasi titik api.

Jangan Menunggu Kondisi Udara Menjadi Berbahaya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyediakan informasi kualitas udara berdasarkan konsentrasi PM2.5 dan memberikan peringatan dini untuk kondisi udara ekstrem, termasuk kategori tidak sehat, sangat tidak sehat dan berbahaya.

Informasi tersebut seharusnya tidak berhenti sebagai data di layar. Pemerintah daerah perlu menjadikannya dasar untuk mengambil keputusan cepat ketika kondisi udara memburuk.

Mulai dari pembatasan kegiatan luar ruangan, penyampaian peringatan kepada masyarakat, kesiapan fasilitas kesehatan, penyediaan ruang udara bersih hingga perlindungan terhadap anak-anak dan kelompok rentan.

Sebab, keberhasilan penanganan karhutla bukan hanya diukur dari seberapa cepat api berhasil dipadamkan.

Keberhasilan juga harus dilihat dari seberapa baik masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak terlindungi dari asap dan dampak kesehatan yang ditimbulkannya.

Karhutla Kalimantan mungkin berawal dari titik api di lahan atau kawasan hutan. Namun ketika asap menyebar ke permukiman, sekolah, jalan raya dan pusat aktivitas masyarakat, persoalannya berubah menjadi krisis kualitas udara dan perlindungan publik.

Karena itu, pemadaman api dan perlindungan masyarakat harus berjalan beriringan. Jangan sampai masyarakat baru mendapatkan perhatian ketika kabut asap sudah menebal dan kualitas udara memasuki kategori berbahaya.

TeropongKalimantan.com – Memantau Kalimantan, Mengabarkan Fakta.