Auto refresh 30 detik

Pertahanan

Rudal KHAN Bermarkas di Kukar, Seberapa Strategis Pertahanan Kalimantan?

Kamis, 20 Agustus 2026 16:49
Editor Utama
857 views
Gambar Rudal KHAN Bermarkas di Kukar, Seberapa Strategis Pertahanan Kalimantan? - rudal khan kukar pertahanan kalimantan
Gambar Rudal KHAN Bermarkas di Kukar, Seberapa Strategis Pertahanan Kalimantan? - rudal khan kukar pertahanan kalimantan

Rudal Balistik KHAN dan Babak Baru Pertahanan Kalimantan

Kehadiran sistem rudal balistik taktis KHAN ITBM-600 di Kalimantan Timur menandai babak baru dalam modernisasi pertahanan darat Indonesia. Sistem tersebut kini dikaitkan dengan Batalyon Artileri Medan 22/Kesumawira, yang bermarkas di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Pada 15 Juni 2026, Pemkab Kutai Kartanegara memberitakan kedatangan alutsista dan materi kesisteman Multiple Launch Rocket System (MLRS) ITBM di Yonarmed 22/Kesumawira. Pada saat yang sama, satuan tersebut juga menjalani incountry training yang melibatkan instruktur dari Roketsan serta perusahaan terkait kendaraan dan sistem peluncurnya.

Kehadiran sistem tersebut bukan sekadar penambahan alat perang baru. Dari perspektif strategis, penempatan kemampuan rudal jarak jauh di Kalimantan Timur menunjukkan bahwa wilayah Kalimantan semakin dipandang sebagai bagian penting dari desain pertahanan Indonesia.

Pertanyaannya kemudian bukan hanya seberapa canggih rudal tersebut, tetapi mengapa Kalimantan Timur dipilih sebagai salah satu lokasi penting untuk sistem senjata strategis tersebut?

Jawabannya berkaitan dengan posisi geografis, IKN, jalur maritim, kawasan perbatasan dan konsep pertahanan pulau-pulau besar Indonesia.

Dari Turki untuk Memperkuat Pertahanan Indonesia

KHAN merupakan sistem rudal taktis produksi perusahaan pertahanan Turki, Roketsan. Indonesia menandatangani pengadaan sistem ITBM-600 pada 2022 dan menjadi pengguna internasional pertama sistem tersebut. Laporan KBRI Ankara mencatat adanya pengadaan sistem rudal MRLS ITBM-600 antara TNI AD dan Roketsan pada Juli 2023 sebagai bagian dari tindak lanjut kerja sama pertahanan Indonesia-Turki.

Pada 2025, batch awal KHAN telah diberitakan tiba di Kalimantan Timur. Ketika itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AD menyatakan sistem tersebut belum diserahterimakan secara resmi kepada TNI AD dan batch berikutnya direncanakan datang pada 2026. Penempatan awal diberitakan berada di Yonarmed 18/Buritkang di Tenggarong.

Namun perkembangan pada 2026 menunjukkan bahwa Yonarmed 22/Kesumawira di Loa Kulu, Kutai Kartanegara, menjadi satuan yang menerima sistem MLRS ITBM sekaligus menjalani pelatihan pengoperasiannya.

Perubahan atau perkembangan penempatan satuan ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya membeli sistem senjata, tetapi juga membangun kemampuan personel untuk mengoperasikannya.

Mengapa Kalimantan?

Kalimantan memiliki posisi yang sangat berbeda dibandingkan pulau lain.

Wilayah ini berbatasan langsung dengan Malaysia, memiliki kawasan perairan strategis, berada dekat jalur pelayaran internasional dan menjadi lokasi pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Kalimantan juga merupakan bagian dari konsep pertahanan Indonesia sebagai negara kepulauan.

Dalam penjelasan TNI AD yang dikutip IDN Times pada 2025, penempatan KHAN di Kalimantan Timur tidak hanya dikaitkan dengan IKN. TNI AD menyebut terdapat banyak pertimbangan dalam penempatan alutsista, termasuk jangkauan dan konsep pertahanan pulau-pulau besar.

Ini penting.

Sebab terlalu sederhana apabila keberadaan rudal KHAN di Kalimantan hanya dianggap sebagai “rudal untuk menjaga IKN.”

IKN memang merupakan salah satu objek strategis, tetapi fungsi pertahanan sistem seperti ini secara konseptual jauh lebih luas.

Kalimantan adalah sebuah wilayah strategis yang berhadapan dengan dinamika keamanan kawasan Asia Tenggara.

Rudal KHAN Kukar Pertahanan Kalimantan Makin Kuat
Penempatan sistem KHAN ITBM-600 di Kutai Kartanegara menjadi bagian dari penguatan kemampuan pertahanan Indonesia di wilayah strategis Kalimantan.

Bukan Sekadar Soal Jarak Tembak

Sistem KHAN dilaporkan mempunyai jangkauan hingga sekitar 280 kilometer, dengan sistem pemandu yang menggabungkan navigasi satelit dan sistem inersial. Data teknis mengenai kemampuan tersebut juga dipublikasikan oleh sejumlah sumber pertahanan terbuka.

Tetapi bagi analisis pertahanan, angka 280 kilometer bukanlah satu-satunya hal penting.

Yang lebih penting adalah efek strategis dari keberadaan kemampuan tersebut.

Sebuah sistem rudal jarak jauh dapat memperluas pilihan respons militer terhadap ancaman tertentu, meningkatkan daya tangkal dan memberikan kemampuan untuk menjangkau sasaran bernilai strategis dari jarak yang lebih jauh.

Dengan kata lain, kekuatan tidak selalu digunakan untuk menembak.

Dalam konsep deterrence, keberadaan kemampuan yang kredibel dapat berfungsi sebagai pesan bahwa suatu negara mempunyai kapasitas untuk merespons apabila menghadapi ancaman serius.

Karena itu, penempatan KHAN di Kalimantan Timur lebih tepat dibaca sebagai bagian dari pembangunan daya tangkal Indonesia daripada semata-mata sebagai penambahan senjata ofensif.

Posisi Kukar Semakin Strategis

Kutai Kartanegara sendiri memiliki posisi geografis yang menarik.

Wilayah ini berada di sekitar kawasan IKN dan mempunyai hubungan dengan berbagai koridor ekonomi serta infrastruktur strategis Kalimantan Timur.

Ketika sistem pertahanan strategis ditempatkan di wilayah tersebut, maka secara otomatis nilai strategis Kukar ikut meningkat.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri pada saat penerimaan alutsista menyebut kemampuan rudal tersebut dapat mencapai hampir 300 kilometer dan menilai keberadaan sistem itu memperkuat pertahanan kawasan strategis Kalimantan.

Ketua DPRD Kukar juga menyebut penempatan sistem tersebut sebagai bentuk kepercayaan terhadap wilayah Kukar untuk mendukung pengamanan negara, khususnya di Kalimantan.

Namun, bagi masyarakat sipil, pertanyaan yang lebih penting adalah bagaimana keberadaan sistem persenjataan strategis tersebut dikelola dalam kerangka keamanan yang profesional, transparan sesuai batas informasi pertahanan, dan tetap memperhatikan keselamatan lingkungan sekitar.

Kalimantan Bukan Lagi Sekadar Halaman Belakang

Selama bertahun-tahun, pembangunan pertahanan Indonesia lebih sering dibaca melalui perspektif Jawa, Sumatera atau kawasan maritim.

Kehadiran KHAN di Kalimantan menunjukkan perubahan perspektif.

Kalimantan semakin diperlakukan sebagai kawasan pertahanan utama.

Hal tersebut sebenarnya logis.

  • Kalimantan memiliki perbatasan darat dengan Malaysia.
  • Ada Selat Makassar.
  • Ada Laut Sulawesi.
  • Ada ALKI II.
  • Ada IKN.
  • Ada kawasan industri.
  • Ada sumber daya energi.
  • Ada jalur perdagangan.
  • Dan ada kepentingan ekonomi nasional yang semakin besar.

Maka pertahanan Kalimantan tidak bisa hanya mengandalkan pasukan infanteri dan pos perbatasan.

Diperlukan sistem pertahanan berlapis.

Mulai dari radar, pertahanan udara, artileri, rudal, kekuatan laut hingga kemampuan intelijen.

Tetapi Modernisasi Alutsista Juga Harus Diikuti SDM

Salah satu aspek menarik dari perkembangan KHAN di Yonarmed 22 adalah adanya incountry training.

Pada Juni 2026, Yonarmed 22/Kesumawira memulai pelatihan Transfer of Knowledge untuk sistem MLRS ITBM. Kegiatan tersebut melibatkan instruktur dan tenaga ahli dari Excalibur International, Tatra Defense Vehicle Systems dan Roketsan International.

Ini justru merupakan bagian yang sangat penting.

Membeli rudal adalah satu hal.

Membangun kemampuan mengoperasikannya adalah hal lain.

Alutsista secanggih apa pun tidak akan memberikan kemampuan maksimal apabila operator, teknisi, sistem komando dan pemeliharaannya tidak siap.

Karena itu, investasi pertahanan seharusnya tidak berhenti pada pembelian platform.

Indonesia juga harus membangun:

operator, teknisi, sistem pemeliharaan, simulator, doktrin, jaringan komunikasi, sensor dan kemampuan industri pertahanan nasional.

Rudal KHAN Kukar Pertahanan Kalimantan Makin Kuat
Kehadiran alutsista strategis ini menunjukkan semakin pentingnya Kalimantan dalam arsitektur pertahanan nasional, terutama dengan posisi Kaltim yang berbatasan dengan kawasan strategis dan IKN.

Tantangan Berikutnya: Jangan Hanya Menjadi Pembeli

Pengadaan KHAN dari Turki juga membuka pertanyaan yang lebih besar mengenai industri pertahanan Indonesia.

Indonesia memang membutuhkan teknologi dari negara lain.

Tetapi setiap pembelian alutsista seharusnya juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan kemampuan industri nasional.

Transfer teknologi, pemeliharaan dalam negeri, pengembangan komponen lokal dan peningkatan kapasitas industri pertahanan harus menjadi bagian penting dari kebijakan jangka panjang.

Sebab jika Indonesia terus membeli sistem persenjataan tanpa membangun kemampuan teknologinya sendiri, maka ketergantungan strategis dapat tetap terjadi.

  • Hari ini kita membeli rudal.
  • Besok mungkin membeli sistem pertahanan udara.
  • Lusa membeli sensor.

Jika seluruh rantai teknologi berasal dari luar negeri, maka kemandirian pertahanan belum sepenuhnya tercapai.

Ancaman Kalimantan Tidak Hanya Datang dari Negara

Ada satu hal yang juga perlu ditegaskan.

Ketika berbicara mengenai penguatan pertahanan Kalimantan, ancaman tidak selalu harus dibayangkan sebagai invasi militer.

Kalimantan menghadapi berbagai bentuk ancaman keamanan.

  • Perdagangan narkotika lintas negara.
  • Penyelundupan.
  • Kejahatan lintas batas.
  • Ancaman terhadap objek vital.
  • Gangguan terhadap jalur perdagangan.
  • Konflik sumber daya.
  • Serangan siber.
  • Hingga ancaman terhadap infrastruktur strategis.

Karena itu, modernisasi pertahanan harus berjalan bersama penguatan keamanan nonmiliter.

Rudal tidak bisa menyelesaikan persoalan narkoba.

Rudal juga tidak menyelesaikan persoalan penyelundupan.

Dan rudal tidak menyelesaikan persoalan keamanan siber.

Pertahanan modern harus terintegrasi.

Apakah Kehadiran KHAN Memicu Perlombaan Senjata?

Ini juga pertanyaan yang patut dibahas.

Asia Tenggara selama beberapa tahun terakhir memang mengalami modernisasi kekuatan militer. Sejumlah negara memiliki atau mengembangkan kemampuan rudal jarak jauh dengan karakter berbeda.

Indonesia harus berhati-hati agar modernisasi pertahanan tidak berubah menjadi perlombaan senjata yang tidak terkendali.

Namun Indonesia juga tidak bisa mengabaikan perubahan lingkungan strategis.

Keseimbangannya adalah membangun kemampuan pertahanan yang kredibel tanpa menciptakan persepsi bahwa Indonesia sedang mempersiapkan agresi terhadap negara lain.

Penjelasan TNI AD pada 2025 juga menekankan prinsip Indonesia yang tetap bersahabat dengan negara lain sekaligus harus siap mempertahankan NKRI apabila diperlukan.

Dalam konteks ini, keberadaan KHAN seharusnya ditempatkan dalam kerangka pertahanan dan daya tangkal, bukan sebagai simbol agresivitas.

Redaksi: Rudal KHAN Mengubah Peta Pertahanan Kalimantan

Kehadiran KHAN ITBM-600 di lingkungan Yonarmed 22/Kesumawira merupakan perkembangan penting bagi pertahanan Kalimantan.

Tetapi jangan berhenti pada kebanggaan terhadap teknologi.

Pertanyaan yang lebih strategis adalah apakah Indonesia mampu membangun ekosistem pertahanan Kalimantan yang benar-benar terintegrasi.

  1. Rudal harus terhubung dengan sensor.
  2. Sensor harus terhubung dengan komando.
  3. Komando harus mempunyai informasi yang akurat.
  4. Personel harus terlatih.
  5. Sistem harus dipelihara.
  6. Dan seluruhnya harus berada dalam kerangka kebijakan pertahanan nasional.

Jika hanya membeli senjata tanpa membangun ekosistem tersebut, modernisasi alutsista akan kehilangan sebagian besar manfaat strategisnya.

Sebaliknya, apabila KHAN menjadi bagian dari sistem pertahanan berlapis yang terintegrasi dengan kekuatan darat, laut, udara dan intelijen, maka kehadirannya dapat menjadi salah satu komponen penting dalam memperkuat daya tangkal Indonesia di Kalimantan.

Kesimpulan

Kehadiran rudal KHAN ITBM-600 di Yonarmed 22/Kesumawira, Kutai Kartanegara, menegaskan semakin pentingnya Kalimantan Timur dalam arsitektur pertahanan Indonesia.

Kehadiran sistem ini tidak semestinya hanya dikaitkan dengan perlindungan IKN. Posisi Kaltim harus dilihat dalam konteks yang lebih luas: perbatasan Indonesia-Malaysia, jalur maritim strategis, kawasan ekonomi, sumber daya alam, dan konsep pertahanan pulau-pulau besar.

Namun, modernisasi pertahanan harus disertai peningkatan kualitas manusia, sistem komando, kemampuan pemeliharaan dan industri pertahanan nasional.

Kalimantan kini bukan lagi sekadar wilayah kaya sumber daya. Kalimantan semakin menjadi kawasan strategis yang membutuhkan pertahanan berlapis.

Dan kehadiran KHAN menjadi salah satu tanda bahwa peta pertahanan Indonesia sedang bergerak ke arah baru: Kalimantan semakin berada di garis depan.

TeropongKalimantan.com — melihat Kalimantan bukan hanya dari sisi ekonomi dan pembangunan, tetapi juga dari perspektif geopolitik, keamanan dan kepentingan strategis nasional.