Auto refresh 30 detik

Pertahanan

TNI AL Buka 3.110 Hektare Lahan Kedelai, Dukung Swasembada dan Kurangi Impor

20 Jul 2026, 15:21
Administrator
70 views
Gambar TNI AL Buka 3.110 Hektare Lahan Kedelai, Dukung Swasembada dan Kurangi Impor - tni buka 3110 hektare lahan
Gambar TNI AL Buka 3.110 Hektare Lahan Kedelai, Dukung Swasembada dan Kurangi Impor - tni buka 3110 hektare lahan

Jakarta – TNI Angkatan Laut (TNI AL) memperluas perannya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dengan membuka 3.110 hektare lahan kedelai baru yang tersebar di tujuh wilayah hingga Juni 2026. Program tersebut disampaikan langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto saat melaporkan pelaksanaan panen raya terintegrasi tebu, padi, dan kedelai kepada Presiden Prabowo Subianto di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Menurut Agus, pembukaan lahan baru tersebut bertujuan meningkatkan produksi kedelai nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor, yang selama bertahun-tahun masih menjadi salah satu tantangan dalam pemenuhan kebutuhan bahan baku industri pangan, terutama tahu dan tempe. Dari lahan seluas 3.110 hektare tersebut diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 5.287 ton kedelai.

Produksi Kedelai Nasional Terus Diperkuat

Dalam paparannya, Panglima TNI menjelaskan bahwa sebelum membuka lahan baru, TNI AL telah mendampingi pengelolaan lahan kedelai seluas 2.432 hektare yang tersebar di enam wilayah. Dari lahan tersebut dihasilkan sekitar 3.676 ton kedelai, dengan kontribusi sekitar 0,35 persen terhadap target produksi kedelai nasional tahun 2026.

Perluasan areal tanam kemudian dilakukan melalui optimalisasi lahan milik TNI AL dan lahan binaan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral). Seluruh satuan TNI AL disebut akan mengelola lahan tersebut agar menghasilkan kedelai berkualitas sekaligus mendukung target peningkatan produksi nasional.

Bagian dari Strategi Ketahanan Pangan

Program TNI AL buka lahan kedelai merupakan bagian dari strategi ketahanan pangan yang melibatkan seluruh matra TNI. Dalam kesempatan yang sama, Panglima TNI memaparkan bahwa TNI Angkatan Darat berperan dalam pendampingan produksi padi, sedangkan TNI Angkatan Udara mendukung pengembangan sektor tebu. Model kolaborasi lintas matra tersebut diarahkan untuk memperkuat target swasembada pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Keterlibatan TNI dalam sektor pangan dilakukan melalui pendampingan, pembukaan lahan, hingga kerja sama dengan pemerintah daerah, kementerian teknis, BUMN, dan kelompok tani sesuai kebijakan pemerintah.

Mengapa Kedelai Menjadi Komoditas Strategis?

Kedelai merupakan salah satu komoditas pangan strategis karena menjadi bahan baku utama industri tahu, tempe, serta berbagai produk olahan pangan. Selama ini kebutuhan kedelai nasional masih belum sepenuhnya dipenuhi dari produksi dalam negeri sehingga Indonesia masih mengimpor dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan industri dan konsumsi masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan produksi domestik menjadi salah satu fokus kebijakan pemerintah guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri.

Kontribusi terhadap Swasembada Pangan

TNI buka 3110 hektare lahan menunjukkan adanya upaya memperluas basis produksi nasional melalui pemanfaatan aset negara yang sebelumnya belum optimal. Dari sisi produksi, estimasi panen sebesar 5.287 ton memang belum mampu menggantikan kebutuhan impor secara keseluruhan. Namun langkah tersebut dapat menjadi tambahan pasokan domestik sekaligus memperkuat cadangan pangan apabila dikelola secara berkelanjutan.

Keberhasilan program tni buka 3110 hektare lahan akan sangat bergantung pada beberapa faktor, antara lain kualitas benih, produktivitas lahan, pendampingan petani, irigasi, kondisi iklim, hingga keberlanjutan tata niaga hasil panen. Karena itu, pembukaan lahan perlu diikuti dengan peningkatan produktivitas dan efisiensi agar manfaatnya tidak berhenti pada perluasan areal tanam semata.

Di sisi lain, sinergi antara TNI, kementerian teknis, pemerintah daerah, BUMN, dan kelompok tani dapat menjadi model kolaborasi dalam mendukung program swasembada pangan, sepanjang pelaksanaannya tetap berada dalam koridor tugas yang ditetapkan pemerintah serta mengedepankan efektivitas dan akuntabilitas.

Catatan Redaksi

Program TNI AL buka lahan kedelai seluas 3.110 hektare menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan target pengurangan impor kedelai. Dengan estimasi produksi mencapai 5.287 ton, program ini diharapkan dapat menambah pasokan kedelai domestik sekaligus memperkuat upaya pemerintah menuju swasembada pangan. Meski kontribusinya terhadap kebutuhan nasional masih terbatas, keberhasilan implementasi program akan menjadi indikator penting efektivitas kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat produksi pangan Indonesia.