Auto refresh 30 detik

Daerah

BPBD Kaltim Libatkan 3.400 Mahasiswa KKN Perkuat Mitigasi Bencana Desa

26 Jul 2026, 16:03
Editor Utama
68 views
Gambar BPBD Kaltim Libatkan 3.400 Mahasiswa KKN Perkuat Mitigasi Bencana Desa - bpbd kaltim gandeng 3400 mahasiswa
Gambar BPBD Kaltim Libatkan 3.400 Mahasiswa KKN Perkuat Mitigasi Bencana Desa - bpbd kaltim gandeng 3400 mahasiswa

SAMARINDA, TEROPONG KALIMANTANBPBD Kaltim libatkan 3.400 mahasiswa KKN perkuat mitigasi bencana desa. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan desa.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan, mengatakan sekitar 3.400 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari sembilan perguruan tinggi di Kalimantan Timur akan diberdayakan sebagai agen edukasi kebencanaan sekaligus membantu pemetaan data risiko bencana langsung di tingkat desa.

"Kami berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa serta pihak universitas untuk meminta dukungan dari adik-adik mahasiswa KKN agar mengambil peran tematik terkait data kebencanaan," ujar Buyung di Samarinda, Sabtu.

Menurutnya, data empiris yang dikumpulkan mahasiswa selama berada di lapangan akan menjadi bahan kajian penting bagi BPBD Kaltim dalam menyusun kebijakan mitigasi yang lebih akurat, efektif, dan sesuai karakteristik masing-masing wilayah.

Perkuat Program Desa Tangguh Bencana

BPBD Kaltim gandeng 3400 mahasiswa KKN perkuat mitigasi bencana desa sejalan dengan penguatan program Desa Tangguh Bencana (Destana) yang selama ini menjadi salah satu prioritas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Program Destana bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat desa dalam mengenali potensi ancaman, menyusun rencana kontinjensi, membentuk relawan lokal, hingga mampu melakukan penanganan awal ketika terjadi bencana sebelum bantuan eksternal tiba.

Melalui keterlibatan mahasiswa, pemerintah berharap proses pengumpulan data kerawanan bencana menjadi lebih komprehensif karena dilakukan langsung bersama masyarakat dengan memperhatikan kondisi geografis, sosial, dan kearifan lokal setiap desa.

Karhutla Masih Menjadi Ancaman Serius

Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai semakin penting mengingat Kalimantan Timur memasuki periode musim kemarau yang meningkatkan potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Data nasional menunjukkan sebagian besar kejadian Karhutla masih dipicu oleh aktivitas manusia, terutama pembukaan lahan dengan cara membakar, kelalaian saat membersihkan lahan, maupun aktivitas lain yang menimbulkan percikan api.

BPBD Kaltim menilai edukasi yang dilakukan mahasiswa KKN dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan dan memahami prosedur keselamatan apabila pembakaran terkendali memang diperbolehkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain edukasi, mahasiswa juga akan membantu mengidentifikasi titik rawan kebakaran, kondisi sumber air, akses evakuasi, serta potensi kerentanan desa terhadap berbagai jenis bencana.

Data Lapangan Menjadi Dasar Kebijakan

Buyung menegaskan bahwa data yang dihimpun mahasiswa bukan sekadar laporan administratif, melainkan menjadi dasar penyusunan strategi mitigasi berbasis kondisi riil masyarakat.

Menurutnya, pendekatan berbasis data akan memudahkan pemerintah dalam menentukan prioritas penanganan, penyediaan sarana prasarana, hingga penyusunan program pengurangan risiko bencana yang lebih tepat sasaran.

Pendekatan tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan nasional yang mendorong penguatan ketahanan daerah melalui pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat sebagaimana menjadi salah satu fokus BNPB.

Warga Diimbau Manfaatkan Call Center 112

Selain memperkuat edukasi melalui mahasiswa KKN, BPBD Provinsi Kalimantan Timur juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kondisi darurat lainnya melalui layanan Call Center 112 yang terintegrasi dengan layanan kedaruratan pemerintah daerah.

Pelaporan cepat dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat respons petugas sehingga potensi kebakaran maupun bencana lainnya dapat ditangani sebelum berkembang menjadi lebih luas.

Kolaborasi Pemerintah, Kampus dan Masyarakat

Keterlibatan ribuan mahasiswa menunjukkan bahwa penanggulangan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan sinergi berbagai pihak, mulai dari dunia akademik, pemerintah desa, relawan, hingga masyarakat.

Dengan penguatan edukasi, pemetaan risiko, dan penyusunan basis data kebencanaan yang lebih akurat, diharapkan setiap desa di Kalimantan Timur memiliki kapasitas yang semakin baik dalam menghadapi ancaman bencana, baik Karhutla, banjir, tanah longsor, maupun bencana hidrometeorologi lainnya.

 

Keyword Utama:

  • BPBD Kaltim
  • Mitigasi Bencana Kaltim

Keyword Pendukung:

  • Mahasiswa KKN
  • Desa Tangguh Bencana
  • Karhutla Kalimantan Timur
  • BPBD Provinsi Kalimantan Timur
  • bpbd kaltim gandeng 3400 mahasiswa