Auto refresh 30 detik

Daerah

PLN Belum Bisa Pastikan Akhir Pemadaman Bergilir, Kalteng-Kalsel Masih Krisis Listrik

27 Jul 2026, 14:47
Editor Utama
363 views
Gambar PLN Belum Bisa Pastikan Akhir Pemadaman Bergilir, Kalteng-Kalsel Masih Krisis Listrik - pln belum pastikan akhir pe...
Gambar PLN Belum Bisa Pastikan Akhir Pemadaman Bergilir, Kalteng-Kalsel Masih Krisis Listrik - pln belum pastikan akhir pe...

PANGKALAN BUN – PT PLN (Persero) mengakui belum dapat memastikan kapan pemadaman listrik bergilir di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Selatan (Kalsel) akan berakhir. Hingga Senin (27/7/2026), proses pemulihan Sistem Interkoneksi Kalimantan masih berlangsung sehingga pasokan listrik belum kembali normal.

PLN Belum Pastikan Akhir Pemadaman Listrik Kalimantan. Pernyataan tersebut disampaikan Manajer PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pangkalan Bun, Agung Darmawan, saat dikonfirmasi terkait keluhan masyarakat yang telah beberapa hari mengalami pemadaman bergilir.

"Mohon maaf sampai saat ini kami belum punya informasi terkait estimasi tersebut. Setelah ada nanti kami sampaikan pada kesempatan pertama," ujar Agung.

Gangguan Sejumlah Pembangkit

PLN menjelaskan berkurangnya kemampuan pasok daya pada Sistem Interkoneksi Kalimantan disebabkan oleh gangguan di beberapa pembangkit utama.

Di antaranya adalah gangguan generator pada PLTU Asam-Asam, kebocoran pipa boiler, serta gangguan turbin pada dua unit pembangkit milik Independent Power Producer (IPP).

Akibatnya, kapasitas pembangkitan belum mampu memenuhi kebutuhan listrik pelanggan secara maksimal sehingga perusahaan menerapkan pengaturan beban melalui pemadaman bergilir.

Menurut PLN, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas sistem dan mencegah gangguan yang lebih luas apabila seluruh jaringan dipaksakan beroperasi dalam kondisi pasokan yang belum memadai.

Masyarakat Diminta Menghemat Listrik

Selama proses pemulihan berlangsung, PLN mengimbau masyarakat ikut membantu menjaga kestabilan sistem dengan mengurangi konsumsi listrik terutama pada pukul 18.00 hingga 21.00 WITA yang merupakan waktu beban puncak.

Pelanggan diminta mematikan perangkat listrik yang tidak digunakan, mengatur suhu pendingin ruangan di atas 24 derajat Celsius, serta menggunakan peralatan hemat energi agar beban sistem dapat ditekan.

PLN juga menyampaikan bahwa perkembangan proses perbaikan akan terus diumumkan melalui kanal resmi perusahaan.

Internet dan Telekomunikasi Ikut Lumpuh

Dampak pemadaman tidak hanya dirasakan pada sektor kelistrikan. Di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, padamnya listrik juga menyebabkan jaringan telekomunikasi terganggu setelah daya cadangan BTS habis.

Akibatnya, masyarakat kesulitan melakukan komunikasi, mengakses internet, hingga menjalankan aktivitas ekonomi berbasis digital.

Pengemudi ojek online menjadi salah satu kelompok yang paling terdampak.

"Saya tidak bisa mendapatkan pelanggan sama sekali karena tidak ada jaringan. Begitu listrik padam, aplikasi langsung offline," ujar Muclish, seorang pengemudi ojek online di Pangkalan Bun.

Gangguan Kedua Sepanjang Juli 2026

Pemadaman kali ini merupakan gangguan besar kedua yang dialami masyarakat Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan sepanjang Juli 2026.

Sebelumnya, gangguan pada PLTUG Bangkanai di Kabupaten Barito Utara juga sempat mengurangi pasokan listrik dan memicu pemadaman di sejumlah wilayah Kalimantan.

Masyarakat berharap proses perbaikan dapat segera diselesaikan mengingat pemadaman berkepanjangan tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak pada sektor usaha, layanan digital, pendidikan, hingga pelayanan publik.

PLN Belum Pastikan Akhir Pemadaman Listrik Kalimantan. Hingga kini perusahaan masih berfokus mempercepat pemulihan seluruh unit pembangkit agar sistem interkoneksi kembali stabil dan pasokan listrik dapat normal sepenuhnya.

Tags

#PLN #PemadamanListrik #Kalimantan #KalimantanTengah #KalimantanSelatan #PangkalanBun #ListrikPadam #PLTUAsamAsam #InterkoneksiKalimantan #TeropongKalimantan